Aqidahmemiliki peranan penting dalam mendidik siswa, ruang lingkup aqidah yang dapat membentuk akhlak mulia akan mengantarkan manusia Indonesia sebagai manusia yang mumpuni dalam segala aspek kehidupan. Ruang lingkup dari aqidah yaitu: Ilahiyat, nubuwat, ruhaniyat, aktifitas seseorang, menentukan baik dan buruknya. Oleh karena itu, Prestasibelajar adalah hasil belajar yang telah dicapai menurut kemampuan yang tidak dimiliki dan ditandai dengan perkembangan serta perubahan tingkah laku pada diri seseorang yang diperlukan dalam belajar dengan waktu tertentu, prestasi belajar ini dapat dinyatakan dalam bentuk nilai dan hasil tes atau ujian. [20] Tindakanmanusia yang dapat dibenarkan manusia adalah tindakan yang dilakukan seseorang sesuai dengan norma yang berlaku. 2. Pengungkapan perasaan kebersamaan : pengungkapan perasaan ini terwujud dalam bentuk, seperti perkumpulan, kekerabatan, keluarga, suku, bangsa , organisasi, Negara, dan badan-badan internasional. Halaqah01 ~ Muqoddimah #01 Biografi Nama, Gelar, Nasab, Guru, Murid, dan Madzhab Penulis Kitab. Halaqah yang ke-3 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Pembahasan Kitāb Al-‘Aqīdah Al-Wāsithiyyah yang ditulis oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullāh. Kitab Aqidah Wasithiyyah memiliki kedudukan yang tinggi di antara kitab-kitab yang lain, dia seorangpun yang lebih mengetahui tentang Allah swt., apa yang wajib ada bagi-Nya, dan apa yang harus disucikan dari-Nya melainkan Allah swt. sendiri. Tidak ada seorang pun yang lebih mengetahui tentang Allah swt. daripada Rasulullah Saw. Oleh karenanya manhaj salafus shalih dan para pengikutnya mengambil ‘aqidah hanya sebatas dari al- yBbY. Aqidah yang dimiliki seseorang dapat menentukan? keyakinannya kemantapan hatinya kedudukannya jenis perbuatan yang dilakukan Semua jawaban benar Jawaban yang benar adalah D. jenis perbuatan yang dilakukan. Dilansir dari Ensiklopedia, aqidah yang dimiliki seseorang dapat menentukan jenis perbuatan yang dilakukan. Pembahasan dan Penjelasan Menurut saya jawaban A. keyakinannya adalah jawaban yang kurang tepat, karena sudah terlihat jelas antara pertanyaan dan jawaban tidak nyambung sama sekali. Menurut saya jawaban B. kemantapan hatinya adalah jawaban salah, karena jawaban tersebut lebih tepat kalau dipakai untuk pertanyaan lain. Menurut saya jawaban C. kedudukannya adalah jawaban salah, karena jawaban tersebut sudah melenceng dari apa yang ditanyakan. Menurut saya jawaban D. jenis perbuatan yang dilakukan adalah jawaban yang paling benar, bisa dibuktikan dari buku bacaan dan informasi yang ada di google. Menurut saya jawaban E. Semua jawaban benar adalah jawaban salah, karena setelah saya coba cari di google, jawaban ini lebih cocok untuk pertanyaan lain. Kesimpulan Dari penjelasan dan pembahasan serta pilihan diatas, saya bisa menyimpulkan bahwa jawaban yang paling benar adalah D. jenis perbuatan yang dilakukan. Jika anda masih punya pertanyaan lain atau ingin menanyakan sesuatu bisa tulis di kolom kometar dibawah. – Aqidah Islam merupakan aqidah yang paling benar. Sebagaimana firman Allah, “Sesungguhnya agama yang benar di sisi Allah hanyalah Islam.” Imran 19. Alasan aqidah umat islam harus kokoh sesuai petunjuk Allah SWT dapat dilihat pada penjelasan berikut adalah Hal Pertama yang Didakwahkan RasulullahSetelah diutus menjadi Rasulullah, Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam mendakwahkan tentang tauhid terlebih dahulu. Sekitar 13 tahun lamanya beliau mengajak masyarakat kala itu untuk menyadari bahwa tiada Tuhan selain Rasul sebelum Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam juga mendakwahkan tentang tauhid. Namun seiring berjalannya waktu, aqidah masyarakat semakin menjauh dari yang seharusnya. Karena itu Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam diutus untuk memperbaiki sekaligus menyempurnakan aqidah umat merangkum, alasan aqidah dan tauhid harus dikokohkan terlebih dahulu, agar umat memiliki pegangan kuat. Tanpa aqidah, kehidupan seseorang di dunia dan akhirat akan menemui banyak kesulitan. Setidaknya ada lima alasan aqidah yang benar harus dimiliki umat Aqidah adalah Inti dari IslamSebaiknya aqidah seseorang menjadi pondasi bagi agama dan kehidupannya. Dengan demikian, ia bisa melaksanakan ibadah secara benar dan memiliki akhlak yang baik pada Menjadi Syarat Diterimanya AmalAmalan seseorang tidak akan diterima tanpa aqidah yang benar. Allah telah menjelaskan di dalam Al Quran. Barangsiapa ingin bertemu Allah, maka ia harus beramal sholeh dan tidak berfirman, “Maka barangsiapa yang mengharapkan perjumpaan dengan Tuhannya hendaklah dia beramal shalih dan tidak mempersekutukan sesuatu apapun dengan-Nya dalam beribadah kepada-Nya.” Kahfi 110.Tanpa aqidah yang benar, bagaimana amalnya bisa diterima? Siapa yang akan menerima amalnya jika ia mengingkari keberadaan Allah?“Sungguh telah diwahyukan kepadamu dan kepada orang-orang sebelummu Sungguh, apabila kamu berbuat syirik pasti akan terhapus seluruh amalmu dan kamu benar-benar akan termasuk golongan orang-orang yang merugi.” Zumar 65.3. Mencegah Manusia Terjebak dalam KeraguanJika seseorang tidak memiliki aqidah yang benar, ia akan mudah terjebak dalam keraguan dan kerancuan cara berpikir. Orang yang tidak memiliki aqidah seakan tidak memiliki pegangan. Sehingga ia mudah melakukan hal-hal yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. Misalnya ketika ia menemui jalan buntu atas masalahnya dan merasa putus asa, tanpa aqidah yang benar dia bisa jadi akan bunuh diri, bermaksiat, atau merampas hak orang Menjauhkan Diri dari NerakaAlasan aqidah umat Islam harus benar selanjutnya adalah agar ia tidak termasuk golongan yang merugi di akhirat. Allah berfirman, “Barangsiapa yang mencari selain Islam sebagai agama maka tidak akan diterima darinya, dan kelak di akhirat dia pasti termasuk golongan orang-orang merugi.” Imran 85.Rasulullah juga bersabda, “Demi Allah yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seorang pun yang mendengar kenabianku di antara umat ini, entah dia beragama Yahudi atau Nasrani kemudian dia meninggal dalam keadaan tidak mengimani ajaran [Islam] yang aku bawa melainkan kelak dia pasti termasuk golongan penghuni neraka.” Menjauhkan Manusia dari MaterialismeAqidah yang benar akan mencegah umat islam menjadikan materi sebagai tolak ukur. Apabila segala sesuatu diukur dengan uang dan aqidah tidak dibina, maka akan tercipta masyarakat yang materialisme. Tingkat konsumerisme tinggi dan hedonisme meningkat. Sebab masyarakat sudah tidak tahu hal terpenting paling berharga dalam hidup, yaitu keyakinan dan kedekatan dengan Allah masyarakat kehilangan aqidah, maka kita akan melihat kaum yang mudah melalaikan shalat, masjid menjadi sepi, dan tidak ada kegiatan keagamaan umat Islam sebagai bentuk syiar. Hal ini tentunya tidak kita inginkan. Karena itu, kita harus selalu waspada terhadap hal-hal yang bisa melemahkan atau menghancurkan yang Bisa Melemahkan Aqidah1. Enggan Mempelajari Ilmu AqidahLemahnya aqidah seseorang bermula dari keengganan menuntut ilmu agama. Langkahnya terasa berat untuk melangkah ke majelis taklim. Tidak betah berada di majelis ilmu. Dan mata serta telinga enggan memperoleh informasi tentang ilmu enggan mempelajari, tentu saja enggan mengajarkan. Akibatnya generasi selanjutnya menjadi lemah aqidah. Dan lebih suka bergantung pada hal-hal hanya itu, aqidah yang lemah akan membuat orang-orang mudah melanggar aturan agama. Padahal aturan agama atau syariat telah Allah tetapkan agar tercipta kehidupan tentram dan harmonis. Aqidah yang lemah membuat seseorang mudah bermaksiat dan mendholimi orang lain. Sebab dia tidak merasa ada Allah yang mengawasi dan menjadi tempat bergantung. Pada akhirnya, tatanan di masyarakat akan Menolak Kebenaran Fanatisme BerlebihanSeseorang yang merasa ajaran nenek moyang paling benar akan menjadi lemah aqidahnya. Ia dengan mudah menolak kebenaran-kebenaran yang disampaikan kepadanya. Potret fanatisme ini sudah ada sejak zaman yang saat itu mendakwahkan tauhid mendapat penolakan dari masyarakat jahiliyah. Mereka enggan mengikuti Rasulullah karena ingin mempertahankan ajaran nenek Mengikuti Tanpa Mengetahui DalilKebiasaan mengikuti suatu ajaran tanpa mengetahui landasannya juga bisa melemahkan aqidah. Jika begitu saja mengikuti suatu ajaran, maka bukan tidak mungkin kita terbawa aliran Berlebihan Menghormati Para Wali dan Orang SholehDi masyarakat, banyak ditemui tokoh-tokoh yang begitu dikagumi dan dihormati oleh orang-orang di sekelilingnya. Tidak sedikit dari mereka disanjung dan dihormati secara berlebihan. Sebab kabarnya mereka bisa mengetahui perkara gaib. Selain itu, ada juga orang yang mengunjungi makam para wali, namun terbawa euforia sehingga menganggap almarhum bisa memberi berkah atau aqidah kita kuat, kita akan memahami bahwa hanya Allah yang bisa mengetahui perkara gaib dan memberi rizki pada manusia. Jika ingin bersilaturahmi kepada orang sholeh atau berziarah ke makam wali, pastikan niat kita lurus hanya berkunjung dan mendoakan. Jangan terbawa arus pada keyakinan dan anggapan lain yang menyesatkan serta melemahkan aqidah.

aqidah yang dimiliki seseorang dapat menentukan