KenaliDirimu, Kau akan Kenal Tuhanmu. August 17, 2021. in Nasihat, Unggulan. Ilustrasi, foto: ektabathija.com. ChanelMuslim.com- Sebuah kalimat bijak mengatakan, "Man 'arofa nafsahu, faqod 'arofa robbahu.". Siapa yang mengenal dirinya, ia akan mengenal Tuhannya. Ungkapan ini terlanjur dipercaya sebagian kalangan umat Islam sebagai
2 Kenali Diri Zahir. Cara mengenali diri sendiri sebelum mengenal Allah SWT yang kedua adalah kenali diri zahir Anda. Pada dasarnya, diri manusia terbagi menjadi 2 yakni diri zahir dan diri batin. Pada diri kita yang zahir, kita dapat melihat kebesaran Allah SWT. Wujud fisik kita sebagai manusia pun juga terlihat sebagai pengenalan awal akan
Kalaukamu membiarkan mereka, maka kamu tidak melihat dirimu sendiri sebagai sesuatu yang berharga. Jadi, kalau kamu merasa tindakan yang temanmu lakukan kepadamu adalah hal yang salah, maka ini bisa menjadi motivasi kamu untuk mengakhiri toxic friendship. 5. Hapus pertemanan di media sosial. Kamu sebetulnya tidak perlu tahu apa yang sedang
Mengenaldiri yang dimaksudkan bukan dalam artian lahiriah atau bentuk luar seperti muka, badan, anggota tubuh dan yang lainnya. Bukan juga yang bersifat fisikal seperti kalau lapar kita makan, kalau sedih kita menangis, kalau marah kita menyerang. Itu semua tidak akan mengantarkan pada pengetahuan tentang Tuhan.
Maksudnya "Sesiapa yang kenal dirinya maka dia telah mengenal Allah". Akan tetapi, benarkan ini adalah perkataan daripada Rasulullah S.A.W sendiri, ataupun bukan? Untuk mengesahkan hal ini, kita perlulah merujuk kepada sumber-sumber seperti para ulama. Dan terdapat pelbagai pendapat yang diberikan oleh para ulama berkenaan dengan ungkapan ini.
wNew. ๏ปฟKenalilah dirimu,maka kamu akan mengenal siapa TuhanmuKenalilah dirimu,maka kamu akan mengenal siapa Tuhanmu
Salah satu ungkapan yang sangat masyhur di kalangan praktisi tasawuf Islam dari dahulu hingga sekarang adalah man arafa nafsahu arafa ุนูุฑููู ููููุณููู ููููุฏู ุนูุฑููู ุฑูุจูููArtinya, โBarang siapa yang mengenal dirinya, sungguh ia telah mengenal Tuhannya.โMungkin selama ini banyak yang mempertanyakan otentisitas ungkapan tersebut sebagai hadits Nabi. Benarkah ungkapan tersebut sebuah petuah yang langsung disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW atau sebatas kata-kata hikmah seorang ulama yang kemudian dinisbahkan kepada Nabi SAW?Lalu bagaimana pula dengan pemaknaannya? Ada relasi apa antara mengenal diri sendiri dan mengenal Tuhan? Sejauh mana pengenalan seseorang terhadap dirinya bisa mengantarkannya untuk mengenal Tuhannya? Beberapa pertanyaan tersebut akan coba kami jawab dalam tulisan sederhana ini. Dan semoga kita senantiasa dalam lindungan dan petunjuk Allah SWT. Amiin Allahumma sebuah kisah menarik yang terjadi pada masa Rasulullah ุทูููุนู ุนูููููููุง ุฑูุฌููู ุดูุฏูููุฏู ุจูููุงุถู ุงูุซููููุงุจู ุดูุฏูููุฏู ุณูููุงุฏู ุงูุดููุนูุฑู, ูุงู ููุฑูู ุนููููููู ุฃูุซูุฑู ุงูุณููููุฑู ูููุงู ููุนูุฑููููู ู
ููููุง ุฃูุญูุฏู, ุญูุชููู ุฌูููุณู ุฅูููู ุงููููุจูููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู
, ูุฃูุณูููุฏู ุฑูููุจูุชููููู ุฅูููู ุฑูููุจูุชููููู, ููููุถูุนู ููููููููู ุนูููู ููุฎูุฐููููู, ูู ููุงูู ููุง ู
ูุญูู
ููุฏู ุฃูุฎูุจูุฑููููู ุนููู ุงูุฅูุณููุงูู
ู, ููููุงูู ุฑูุณููููู ุงูููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู
ุงููุฅูุณููุงูู
ู ุฃููู ุชูุดูููุฏู ุฃููู ูุงูุฅู ูููู ุฅููุงูู ุงูููู ูู ุฃูููู ู
ูุญูู
ููุฏูุง ุฑูุณููููู ุงูููู, ููุชูููููู
ู ุงูุตูููุงูุฉู, ููุชูุคูุชููู ุงูุฒููููุงุฉู, ููุชูุตูููู
ู ุฑูู
ูุถูุงูู, ููุชูุญูุฌูู ุงููุจูููุชู ุฅููู ุงุณูุชูุทูุนูุชู ุฅููููููู ุณูุจููููุงู. ููุงูู ุตูุฏูููุชู. ููุนูุฌูุจูููุง ูููู ููุณูุฆููููู ููููุตูุฏูููููู. ููุงูู ููุฃูุฎูุจูุฑููููู ุนููู ุงูุฅูููู
ูุงูู, ููุงูู ุฃููู ุจูุงูููู, ููู
ููุงูุฆูููุชููู, ููููุชูุจููู, ููุฑูุณููููู, ููุงููููููู
ู ุงูุขุฎูุฑู, ูู ุชูุคูู
ููู ุจูุงููููุฏูุฑู ุฎูููุฑููู ูู ุดูุฑูููู. ููุงูู ุตูุฏูููุชู. ููุงูู ููุฃูุฎูุจูุฑููููู ุนููู ุงูุฅูุญูุณูุงูู, ููุงูู ุฃููู ุชูุนูุจูุฏู ุงูููู ููุฃูููููู ุชูุฑูุงูู ููุฅููู ููู
ู ุชููููู ุชูุฑูุงูู ููุฅูููููู ููุฑูุงูู. ููุงูู ููุฃูุฎูุจูุฑููููู ุนููู ุงูุณููุงุนูุฉู ููุงูู ู
ูุง ุงููู
ูุณูุคููููู ุนูููููุง ุจูุฃูุนูููู
ู ู
ููู ุงูุณููุงุฆููู. ููุงูู ููุฃูุฎูุจูุฑููููู ุนููู ุฃูู
ูุงุฑูุงุชูููุง, ููุงูู ุฃููู ุชูููุฏู ุงูุฃูู
ูุฉู ุฑูุจููุชูููุง, ููุฃููู ุชูุฑูู ุงููุญูููุงุฉู ุงููุนูุฑูุงุฉู ุงููุนูุงููุฉู ุฑูุนูุงุกู ุงูุดููุงุกู ููุชูุทูุงูููููููู ูููู ุงููุจูููููุงูู, ุซู
ุงูููุทููููู, ููููุจูุซูุชู ู
ููููููุง, ุซูู
ูู ููุงูู ููุง ุนูู
ูุฑู, ุฃูุชูุฏูุฑููู ู
ููู ุงูุณููุงุฆููุ ููููุชู ุงูููู ูู ุฑูุณููููููู ุฃูุนูููู
ู. ููุงูู ููุฅูููููู ุฌูุจูุฑููููู ุฃูุชูุงููู
ู ููุนููููู
ูููู
ู ุฏูููููููู
ู. ุฑูููุงูู ู
ูุณูููู
ูTerjemahan Hadist tersebut yakniSuatu ketika, kami para sahabat duduk di dekat Rasululah shallallahu alaihi wa sallam. Tiba-tiba muncul kepada kami seorang lelaki mengenakan pakaian yang sangat putih dan rambutnya amat hitam. Tak terlihat padanya tanda-tanda bekas perjalanan, dan tak ada seorang pun di antara kami yang mengenalnya. Ia segera duduk di hadapan Nabi shallallahu alaihi wa sallam, lalu lututnya disandarkan kepada lutut Nabi dan meletakkan kedua tangannya di atas kedua paha Nabi shallallahu alaihi wa sallam, kemudian ia berkata โHai, Muhammad! Beritahukan kepadaku tentang Islam.โ Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menjawab,โIslam adalah, engkau bersaksi tidak ada yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah, dan sesungguhnya Muhammad adalah Rasul Allah; menegakkan shalat; menunaikan zakat; berpuasa di bulan Ramadhan, dan engkau menunaikan haji ke Baitullah, jika engkau telah mampu melakukannya,โ lelaki itu berkata,โEngkau benar,โ maka kami heran, ia yang bertanya ia pula yang ia bertanya lagi โBeritahukan kepadaku tentang Imanโ. Nabi menjawab,โIman adalah, engkau beriman kepada Allah; malaikatNya; kitab-kitabNya; para RasulNya; hari Akhir, dan beriman kepada takdir Allah yang baik dan yang buruk,โ ia berkata, โEngkau benar.โ Dia bertanya lagi โBeritahukan kepadaku tentang ihsanโ. Nabi Shallallahu alaihi wa sallam menjawab,โHendaklah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihatNya. Kalaupun engkau tidak melihatNya, sesungguhnya Dia melihatmu.โ Lelaki itu berkata lagi โBeritahukan kepadaku kapan terjadi Kiamat?โ Nabi menjawab,โYang ditanya tidaklah lebih tahu daripada yang bertanya.โ Dia pun bertanya lagi โBeritahukan kepadaku tentang tanda-tandanya!โ Nabi menjawab,โJika seorang budak wanita telah melahirkan tuannya; jika engkau melihat orang yang bertelanjang kaki, tanpa memakai baju miskin papa serta pengembala kambing telah saling berlomba dalam mendirikan bangunan megah yang menjulang tinggi.โ Kemudian lelaki tersebut segera pergi. Aku pun terdiam, sehingga Nabi bertanya kepadaku โWahai, Umar! Tahukah engkau, siapa yang bertanya tadi?โ Aku menjawab, โAllah dan RasulNya lebih mengetahui,โ Beliau bersabda,โDia adalah Jibril yang mengajarkan kalian tentang agama kalian.โ [HR Muslim, no. 8]Saudaraku, semoga Allah senantiasa mengokohkan iman, islam dan ihsan kita dengan atas kehendakNya. Perjalanan hidup ini seringkali kita lalui dengan ketidaksadaranโ diri. Dalam hal ini, bukanlah linglung, pingsan, atau hilang ingatan. Akan tetapi karena kita tidak sadar tentang hakekat diri dan kedudukan kita serta kita tidak sadar betapa agung hak Rabb yang telah menciptakan kita atas diri kita. Berangkat dari ketidaksadaranโ itulah muncul penyakit ganasโ berikutnya yang bernama hakekat diri dan kedudukan kita, maka bacalah firman-Nya yang artinya, โTidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.โ QS. adz-Dzariyat 56. Kita adalah hamba yang harus menyembah-Nya dan tidak mempersekutukan-Nya dengan apa saja. Adapun mengenai keagungan Rabb Allah yang telah menciptakan kita, maka bacalah firman-Nya yang artinya, โSegala puji bagi Allah, Rabb seru sekalian alam.โ QS. al-Fatihah 1. Allah lah sosok paling berjasa kepada kita dan yang paling layak untuk mendapatkan seorang hamba telah kehilangan dua buah ilmu ini -ilmu tentang hakekat dirinya dan ilmu tentang keagungan hak Rabbnya- maka pupuslah harapan untuk menggapai kebahagiaan yang sebenarnya. Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, โSeorang hamba akan sampai pada tujuannya -dengan meniti jalan yang lurus- adalah dengan merealisasikan kedua macam maโrifat ini baik dalam bentuk ilmu maupun keadaan/sikap hidup, sedangkan keterputusannya -untuk bisa menggapai tujuan- adalah karena dia kehilangan keduanya. Inilah kandungan makna ucapan mereka -sebagian orang bijak-, Barangsiapa yang mengenal -hakekat- dirinya niscaya akan mengenali -keagungan- Rabbnyaโโฆโ al-Fawaโid, hal. 133Lalu bagaimana kita mengenal diri kita sebagai pribadi dan sebagai makhluk ciptaaan Allah di semestaNya? Sungguh teramat naif jika kita mendasarkan segala sesuatunya pada akal pikiran dan ego sebagai makhluk. Bukankah sebagai muslim kita telah mengenal istilah โLaa Haula wa Laa Quwwata illaa billaahโ. Meski mungkin tak setiap hari bacaan hauqalah itu kita lantunkan, namun setidaknya kita pernah mendengarnya. Kemudian, apa makna ungkapan yang berulang kali Allah nyatakan dalam kitabNya tersebut?Terungkap jelas dalam kalimat tersebut bahwa โtiada daya dan kekuatan kecuali dari Allah taโalaโ. Itu berarti bahwa sesungguhnya apapun yang teralurkan dalam diri kita, baik lahir maupun bathin, baik yang terkecil sampai yang terbesar, semua adalah curahan cahaya Allah. Semua beralur dengan atas kehendakNya, baik yang kita sadari maupun yang tak kita sadari. Jika menilik lebih jauh lafal hauqalah tersebut, tersirat makna bahwa memang diri ini teramat lemah dan tak berdaya. Bahwa sesungguhnya tiada satupun gerak lahir maupun bathin kita yang terlepas dari alur kuasa Allah Yang Maha Kokoh lagi Maha bahwa diri ini adalah milikNya dan hanya Dialah Yang Maha Berkuasa atas diri ini merupakan bagian dari manifestasi pengenalan kita terhadap diri kita sendiri yang pada akhirnya akan membimbing ruh dan jiwa kita pada pengenalan akan Allah SWT dengan sebenar-benar pengenalanNya. Sesungguhnya Allah lah yang berkuasa untuk mengenalkan pribadiNya kepada siapapun yang dikehendakiNya melalui pengenalan akan asmaโ, sifat dan afโalNya yang terangkumkan dalam 99 asmaul husna. Tiada mampu diri ini untuk mengenalNya kecuali dengan atas petunjuk dan aโlam bis shawab.
kenali dirimu maka kamu akan mengenal tuhanmu